June 19, 2008

About LOMO

Lomografi

Lomografi adalah sebuah bagian dari fotografi, fotografi menggunakan sebuah kamera khusus yang disebut dengan kamera LOMO. LOMO adalah singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Leningrad Optical Mechanical Amalgamation) merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St.Petersburg, Rusia; yang memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan (seperti untuk lensa mikroskop), alat-alat persenjataan, dan lensa kamera. Meski lahir di Rusia, perkembangan kamera Lomo jauh lebih pesat di Austria. Di Austria perkembangan Lomografi sangatlah pesat karena lomografi merupakan suatu trademark komersil untuk produk-produk yang berkaitan dengan fotografi yaitu Lomographische AG. Lomografi dapat kita sebut dengan seni kreasi murni karena kita dapat memotret suatu obyek dengan kamera manual yang apa adanya. Meskipun alat ini masih tergolong berteknologi sederhana, namun kita dapat menghasilkan foto yang unik dan berbeda dari foto pada umumnya.



Sejarah

Pada awalnya Michail Panfilowitsch Panfiloff, salah satu tokoh terpenting dalam LOMO Russian Arms and Optical, pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet, segera meneliti kamera yang diberikan oleh Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky, orang kepercayaan Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet yang diketahui benda tersebut berasal dari Jepang. Setelah diteliti, keduanya sepakat kamera ini patut ditiru dan dikembangkan desainnya. Dengan tujuan kamera tersebut dapat menjadi kebanggaan warga Uni Soviet. Maka pada tahun 1982 mereka membuat Lomo Kompakt Automat. Kamera jenis ini lebih dikenal dengan nama Lomo LC-A. Kamera tersebut diproduksi dengan cepat dan terjual habis. Diperkirakan penyebarannya pun sampai Vietnam, Kuba dan Jerman Timur, sampai ke pelesir Laut Hitam. Namun berakhirnya era komunis menyebabkan Lomo mati suri. Pada tahun 1991, dua mahasiswa Vienna, Austria yaitu Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger menemukan kembali adanya Lomo LC-A di daratan Praha, Ceko. Kamera Lomo LC-A yang mereka temukan itu betul-betul tak terurus. Kotor dan kusam,dan baterainya harus diimpor dari Asia. Rentang waktu 1992 – 1993, menjadi waktu penting atas kebangkitan Lomografi. Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger segera pergi berkeliling dunia. Dengan gigih keduanya mengajak teman, kerabat, bahkan orang yang tak mereka kenal untuk mau mencoba Lomo. Sampai akhirnya, mereka mendirikan klub pencinta Lomo yaitu The Lomographic Society (Lomographische Gesellschaft) di Vienna. Pada 1994, Pameran Lomografi pertama kali di gelar di Moskow, Rusia dan New York, Amerika Serikat.


Lomografer dan Perkembangannya

Lomografer adalah sebutan untuk pengguna kamera Lomo dan orang yang menyukai Lomografi. Sejak saat Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger, dua mahasiswa Austria tersebut dengan gigih memperkenalkan dan mengajak kerabat dan bahkan orang yang tak mereka kenal untuk mau mencoba Lomo, semakin banyak orang yang ingin menggunakan kamera Lomo. Sampai akhirnya, mereka mendirikan klub pencinta Lomo, The Lomographic Society (Lomographische Gesellschaft) di Vienna. Klub ini menampung lebih dari 500.000 pengguna Lomo yang setia, termasuk di Indonesia. Setelah beberapa eksibisi digelar, banyak orang yang semakin tertarik dan menjadi pengguna Lomo. Dengan sukses, Lomografi pun segera menyebar ke mana-mana. Saat ini dapat ditemukan 60 lokasi dari lima benua. Konsep tur lomografi disusun semakin baik. Dan kini telah ada 88 perkumpulan Lomo di seluruh dunia. Perkembangan Komunitas Lomografi di Indonesia Komunitas perkumpulan Lomografi di Indonesia bernama Lomonesia yang telah berdiri sejak agustus 2004. Pendiri komunitas Lomonesia ini sendiri ada dua orang yaitu Teguh Haryo dan Tommy Hartanto. Markasnya terletak di Jl. Kemang Timur IV No 9, Kemang - Jakarta Selatan. Komunitas Kemang juga membawahi beberapa komunitas lain di daerah seperti Bandung, Jogja, dan Bali. Selain menyediakan penjualan kamera Lomo, komunitas Lomonesia sering juga mengadakan gathering dan hunting bersama. Tidak ada syarat tertentu untuk bisa ikut komunitas Lomonesia. Anggota milis aktif sekitar 700 orang, meski jumlah seluruhnya mencapai lebih dari 1000 orang. Lomonesia juga sudah terdaftar di [1]. Kamera juga dikirim secara resmi dari pusat Asia yaitu Hongkong.


Teknik Lomografi

Lomografi adalah sebuah fenomena dalam fotografi. Lomografi menabrak segala aturan yang ada, meninggalkan aturan-aturan baku dalam fotografi. Lomografi memiliki banyak jenis kamera, tapi semuanya memiliki konsep yang sama, jangan pedulikan aturan. Sementara dalam fotografi konvensional, banyak aturan-aturan baku yang harus dipatuhi, seperti speed, shutter, dll. Lomo itu bebas kita dituntut untuk memotret dengan fun. Berbeda dengan kamera biasa seperti SLR yang membutuhkan teknik-teknik tertentu, Lomo tekniknya itu bebas. Hasilnya sangat subyektif. Apa pun hasilnya, itulah Lomo. Orang tertarik ikut Lomo karena tidak ada keterbatasan. Kita kadang bisa membidik lewat viewfinder atau bisa bagaimana saja karena tidak ada batasan yang mengikat. Untuk sementara tinggalkan sejenak teori-teori fotografi dan mari kita mencoba menggunakan Lomografi. Hasil yang didapat juga tak pernah bisa diduga. Inilah bukti kamera bisa bekerja dengan cara yang berbeda. Inilah pemberontakan terhadap teknologi tinggi dan high definiton dalam fotografi. Fotografi memang dapat menghasilkan foto yang bagus, sementara lomografi menghasilkan foto yang unik.


10 Tips Memotret dengan Kamera Lomo

1. Take your LOMO everywhere you go.

Bawalah kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan obyek foto yang tak terduga.

2. Use it anytime - day or night.

Pakailah kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam, kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.

3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.

Jadikanlah Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret suatu obyek dengan kamera Lomo.

4. Shoot from the hip.

5. Approach the objects of your lomographic desire as close as possible.

Dekati obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.

6. Don't think.

Jangan berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.

7. Be fast.

Cepat dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.

8. You don't have to know beforehand what you've captured on film.

Anda tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.

9. You don't have to know afterwards, either.

Anda juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.

10. Don't worry about the rules.

Jangan khawatir tentang aturan-aturan fotografi dan jangan terlalu memikirkannya saat anda menggunakan kamera Lomo.


Jenis-jenis Kamera Lomografi

1. Lomographic ActionSampler

Lomoaction20sampler
Hasil foto Lomografi yang dihasilkan dengan kamera action sampler adalah foto dengan bentuk 1 foto terbagi 4 bagian.

2. Lomographic Colorsplash Camera

Lomocolorsplash Hasil foto dengan menggunakan kamera lomo jenis colorsplash akan bermain dengan warna. Warna yang tampil difoto belum tentu sesuai dengan warna asli. Kamera ini seringkali digunakan untuk acara di malam hari.

3. Lomographic Fisheye Camera
Lomofisheye Hasil foto berbentuk bulat seperti mata ikan.

4. Lomographic Frogeye Underwater

Lomofrogeye Kamera ini tetap dapat digunakan meski di dalam kolam renang/air. Itu sebabnya kamera jenis ini disebut frogeye atau mata katak.

5. Lomographic Oktomat

Lomooktomat Dalam 1 kali jepret akan tampil menjadi 8 foto kecil dalam 1 foto.

6. Lomographic Pop 9

Lomopop Dengan 1 kali jepret akan tampil menjadi 9 foto kecil dalam 1 lembar foto.

7. Lomographic SuperSampler

Lomosupersampler Dalam hasil 1 foto yang tampil, terbagi menjadi 4 bagian

--wah saya jadi pinginn punyaaaaa...Naksir sama yang Lomo Frogeye (coz saya lebih suka berbasah²an) & Lomo Super Sampler (yang ini bisa jadi banyak, seruu bgt!), trus untuk harga katanya reasonable loh! Adoohh jd kpingin segera beli -masukkin ke wish list items nie hihihihii, scara klo mo beli Digitcam aja hari gini ampunnn harga bersaing berat..mahal n to much risk. Kalo punya camera lomo ini biar jadul, aman, murah tapi tetep bagus juga koq.. =p

Hunting, yok ??

*Taken from : www.wikipedia.org*

                            

May 31, 2008

Tertawalah Sebelum Mereka Bubar

Lampu rumah keluarga Indro Warkop tampak terang. Di perumahan mewah Jalan Kayu Putih Tengah, Jakarta Timur, itu tampak tiga motor berdiri berjajar.
Dua motor Harley Davidson dan satu motor Yamaha. Seekor burung kenari bertengger dalam sangkar yang bergantung tak jauh dari ketiga motor itu. Satu mobil Jeep putih buatan tahun 1981, terparkir di garasi terbuka. Ada lambang motor Harley Davidson berukuran besar yang terpaku di tembok garasi itu.

Indro memang menggandrungi Harley Davidson. Berbagai aksesoris motor besar buatan Amerika itu pun menjadi penghias di ruang tamunya. Ada yang terbuat dari tembaga dan berbentuk lukisan biasa. Miniatur sepeda tua di dalam figura kaca, berdiri di meja kiri. Boneka berkepala singa, terpajang di meja sudut kanan.

Siang itu, Indro duduk santai di samping pajangan boneka singa. Persis menghadap keluar rumah. Di rumahnya tak ada asbak rokok. Maklum, sejak dirinya didiagnosis terkena gejala penyakit jantung, ia berhenti merokok.

Malam itu, pertengahan Mei, ia mengenakan baju berbahan jeans berlengan buntung dan celana "kargo" gunung berwarna coklat. Ujung lengan dekat bahu bagian kanan dan kirinya, ditato lambang Harley Davidson. Telinga kiri berusia 49 tahun itu dihiasi tiga anting perak dan dua anting di telinga kanannya. Penampilan garang itu rasanya pas dengan hobinya mengendarai motor besar.

"Gue udeh nggak konvoi-konvoi lagi. Pake motor Harley, pas memang lagi kepengen jalan aja. Maunya sih, pake motor kecil. Tapi, kasihan motornya. Badan segede gini, kok pake motor kecil," Indro tertawa sambil memperlihatkan badannya.

Menggendarai motor Harley Davidson, hobi yang mendarah-daging dari keluarganya. Di komunitas Harley Davidson, ia menjabat sekretaris jenderal cum pendiri pertama Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Karena kegandrungannya, anak bungsunya ia beri nama Harley. Motor pertamanya dibeli tahun 1975.

"Ini mobil pertama yang gue punya. Keluaran tahun 1981," ujarnya. "Mobil ini gue beli karena jasa Warkop. Makanya, gue piara banget ampe sekarang. Pokoknya nggak mau gue jual."

"Semua yang gue punya, berkat jasa Warkop. Nggak ada pendapatan lain."

Baginya, Warkop adalah darah daging. Meski sendirian, ia tak ingin Warkop pupus. Ia merasa masih sebuah keluarga. Keluarga yang harus dipertahankan.
"Warkop kan, tinggal gue doang. Ya, gue yang memberikan saran dan
mengawasi kehidupan mereka,"

Mereka yang dimaksud Indro adalah anak-anak keluarga Warkop, mulai Dono hingga Kasino. "Kalo dihitung-hitung, gue udeh punya anak tujuh. Tiga anak gue, satu anak Kasino, dan tiga anaknya Dono."

*********

Tahun 1973 di Perkampungan Mahasiswa Universitas Indonesia di Cibubur, sedang berlangsung konsolidasi mahasiswa. Mereka akan menentang rencana kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soeharto. Di sana Kasino, Nanu, dan Rudy Badil yang paling menonjol mengatur acara supaya ramai dan tidak menjenuhkan.

Ide penentangan Tanaka berawal saat berlangsungnya diskusi di UI pada Agustus 1973. Pembicaranya, Subadio Sastrosatomo, Sjaffruddin Prawinegara, Ali Sastroamidjojo dan TB Simatupang. Saat itu mereka mendiskusikan soal peran modal asing.

Temmy Lesanpura, mahasiswa UI yang juga Kepala Program Radio Prambors menemui Kasino, Nanu, dan Rudy Badil di dalam acara konsolidasi mahasiswa tersebut. Ia menawari ketiganya untuk mengisi acara radio Prambors. "Mau nggak isi acara di Prambors," tanya Temmy. Ketiganya setuju. Namun mereka masih bingung apa nama acara itu.

Setelah berdiskusi panjang, akhirnya mereka temukan nama acara itu: 'Obrolan Santai di Warung Kopi'. September 1973, mereka mulai siaran. Jam siaran setiap hari kamis malam pada jam 20.30 sampai 21.15. Tak ada persiapan apa pun. Ide guyonan selalu ditemukan ketika akan siaran. Dan ceritanya seenaknya saja.

Nama warung kopi disematkan sebagai tempat yang paling demokratis untuk membicarakan hal-hal hangat di negeri ini. Konsep siaran bergaya komunikatif dan berkesan orang kampung memang menjadi cara menarik minat orang untuk mendengarkan siaran mereka. Untuk itu, masing-masing punya aksen suara yang berbeda. Kasino menirukan logat China dan Padang. Nanu dengan logat Batak, dan Rudy Badil dengan aksen Jawa.

Tahun 1974, Dono direkrut untuk bergabung di acara itu. Ia dikenal sebagai salah satu aktivis UI. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS, sekarang FISIP) itu dikenal tak banyak bicara. Namun sekali berbicara, banyak orang tertawa. Apalagi aksen Jawa-nya kental.

"Dari materinya, acara ini sering nyinggung juga tentang anti modal asing. Tapi, sentilannya tidak kentara. Halus banget. Kita tahu, arahnya ke masalah hangat juga," tutur Indro.

15 Februari 1974. Saat itu Tanaka tiba di Jakarta. Mahasiswa melangsungkan aksi unjuk rasa di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Tiga pokok tuntutan mahasiswa dalam aksi itu; pertama, pemberantasan korupsi, perubahan kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan modal asing yang didominasi Jepang, dan pembubaran lembaga yang tidak konstitusional.

Aksi kedatangan Tanaka kemudian meluas di beberapa tempat lainnya di Jakarta. Ironinya, terjadi kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan. Mobil dan motor buatan Negeri Sakura itu, dibakar massa. Asap mengepul di segala penjuru.

Peristiwa itu, akhirnya dikenal dengan 'Malari 74', kependekan dari
Malapetaka Lima Belas Januari 1974. Dari kejadian itu, diperkirakan, 11 orang meninggal, 300 orang luka-luka, 775 orang ditahan, ribuan mobil dan motor rusak serta terbakar. Ratusan kilogram emas hilang di sejumlah toko perhiasan.

Saat berlangsung unjuk rasa anti Tanaka, Wahjoe Sardono alias Dono berada di antara kerumunan massa di kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat. Dengan membawa kamera, ia berupaya mendekati podium. Dono meraih mikrofon, lantas menyorongkannya kepada Rektor UI Prof. Mahar Mardjono untuk berorasi dihadapan massa.

Dono tidak hanya ikut aksi demo. Ia juga sibuk memotret semua peristiwa aksi. Banyak wartawan yang sudah mengenalnya sebagai pelawak di Radio Prambors. Kepada salah satu media di Jakarta, Dono mengatakan dengan berkelakar," Tadinya saya punya niat untuk ikut demonstrasi yang dibayar."

"Saya kan terkenal. Jadi kalau demonstrasi bisa cepet ngumpulin banyak orang. Kan, lagi krisis, wajar kalau orang nyari duit," kelakar Dono kepada wartawan.

Dono sebenarnya ingin ikut bicara dan memberikan lawakannya untuk
menghibur massa. "Tapi. Tidak diberi mikropon, jadinya batal."

Sehari sebelum kejadian, Indro baru pulang dari Filipina menjadi kontingen Indonesia untuk acara Jambore Internasional. Tiba di Bandar Udara Kemayoran, Indro kaget. Banyak tentara. "Gue pikir, kontingen pramuka disambut. Hebat banget," kenang Indro. Saat itu ia masih kelas 1 SMA.

Dalam kontingen, turut serta anak Pakubuwono. Indro diminta menjaganya. Semua anggota Pramuka dibawa masuk ke dalam ruangan VIP. Lantas langsung dilarikan ke rumah kediaman Pakubuwono di Jalan Mendut, Menteng. Indro memilih pulang ke rumahnya. Firasat Indro, akan ada kejadian luar biasa di
Jakarta. "Seharusnya kontingen dimasukan dulu ke karantina," tuturnya.

"Besoknya gue baru tahu, kalau ternyata ada demo besar-besaran dan terjadi pembakaran."

Jakarta mencekam. Di kampus UI, Salemba sudah ramai pengunjuk rasa. Indro berjalan kaki dari rumahnya ke kampus UI Salemba. Di sana, ia melihat situasi yang mengerikan. Pembakaran mobil dan motor banyak dilakukan di jalan-jalan. "Saya juga sempat nolong orang tua yang ketakutan," tuturnya.

Sementara itu Kasino juga berada di antara massa yang berada di Bandar Udara Halim. Saat itu, dia menjabat sebagai Wakil Senat Mahasiswa FIS UI. Massa mahasiswa dan polisi sudah saling berhadapan. Polisi anti huru-hara dipersenjatai tameng rotan dan alat setrum. "Ye.beraninya pake setrum," tutur Kasino.

Tiba-tiba, polisi menyerang pengunjuk rasa. Kasino dikejar-kejar sampai ke komplek Angkatan Udara yang tak jauh dari Bandara. Ia terpojok. Dengan posisi itu, Kasino mengatakan, "Jangan pukul dong pak. Saya kan cuma ikut-ikutan." Kasino tidak jadi dipukul.

Masa-masa itu telah berlalu. Usai peristiwa Malari 1974, Warkop Prambors tetap mengudara dengan guyonan lucunya. Tahun 1976, barulah Indro bergabung. Ia sudah mengenal empat anggota Warkop Prambors. Maklum, rumahnya dekat dengan studio. Jika ada yang siaran sendiri, ia yang menemaninya. Saat itu, Indro masih kelas 3 di SMA 4 Jakarta.

Di radio Prambors, Indro bukan orang baru. Rumahnya berdekatan dengan radio itu. Nama Prambors diambil dari gabungan jalan di kawasan Menteng. Kepanjangan dari Jalan Prambanan, Mendut, Borobudur dan sekitarnya. Awalnya disematkan untuk Rukun Tetangga (RT) di sekitar situ. Julukannya, RT Prambors.

Saat itu, Radio Prambors hanya amatiran. Kakak sepupunya, Yudi, salah satu orang yang mendirikan sebelum radio itu akhirnya berubah fungsi menjadi radio bisnis. "Pas siaran, gue juga yang sering nemenin penyiarnya," ujarnya.

Kasino yang mengajak Indro untuk mulai permanen di acaranya. Saat itu, sedang ada pertandingan softball. Indro menjadi pemain sekaligus tukang soraknya. "Ndro, nanti malam elu mulai permanen. Mau nggak?" Tanya Kasino seusainya. Indro langsung menerima ajakannya. Tak hanya di acara itu, Indro mulai diajak show Warkop.

Formasi acara obrolan di warung kopi menjadi lima orang. Kasino, Nanu, Rudy Badil, Dono, dan Indro. Tak ayal, acara ini kian ramai. Masing-masing punya perannya sendiri. Kasino kadang berganti nama menjadi Acing dan Acong dengan logat China. Nanu menjadi Poltak yang beraksen Batak. Rudy Badil berganti nama menjadi Mr. James dan Bang Kholil.

"Gue berperan sebagai Mastowi, Ubai dan Ashori dengan aksen Purbalingga. Sedangkan Dono sebagai Mas Slamet," kata Indro.

"Pokoknya, semua isi obrolan bebas banget. Tentang apa aja," kata Indro.

Nama kelompok mereka disebut dengan julukan Warkop Prambors. Pentas kali pertama tahun bulan September 1976, saat pesta perpisahan SMP 9 Jakarta di Hotel Indonesia. Hasilnya dikatakan belum berhasil. Semua personil gemetaran. Mereka dapat honor transport Rp20 ribu. Indro belum bergabung.

Pentas kali pertama Indro di acara SMP 1 Cikini, Jakarta. Sebelum pentas, Dono harus mojok dulu untuk menenangkan dirinya. Rudy Badil, menolak mentas. "Badil dikenal demam panggung," ujarnya. "Kalau Dono, harus pelajarin dulu materi guyonannya. Sebelum pentas, Dono ngumpet."

Tak lama kemudian, Warkop diundang di acara IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Mereka bertemu dengan Mus Mualim, seorang pemain musik 'Indonesia Lima'. Mus berencana membuat acara untuk tahun baru 1977 di TVRI alias Televisi Nasional Indonesia. Warkop ditawarin untuk nyanyi bareng oleh Mus Mualim. Nama acaranya Terminal Musikal, tempat anak muda yang mangkal di TVRI .

"Yang brengsek itu Nanu. Pas pentas di IDI itu. Ia malahan nggak jelas
keberadaannya. Nggak tahu, ia ngumpet di mana," kisah Indro.

"Mentas cuma bertiga. Gue, Dono, ama Kasino. Dono aja masih gugup. Jadi tinggal gue ama Kasino yang peran abis-abisan."

Dari situlah, Warkop Prambors mulai dibesarkan. Semua media di Indonesia, banyak membicarakan kelompok lawakan ini. Guyonan Warkop akhirnya dikasetkan. Ada sembilan kaset. Kaset pertamanya berjudul cangkir kopi.
Direkam langsung saat pementasan di Palembang. Di kaset kelima berjudul Pingin Melek Hukum. Indro berperan sebagai mahasiswa penyuluh hukum, sedangkan Kasino dan Dono sebagai warganya.

Ketenaran di radio dan di pementasan membuat Hasrat Juwil, eksekutif produser PT. Bola Dunia melirik Warkop Prambors. Hasrat yang juga anak Prambors, menghubungi Warkop untuk bermain film. Soal skenario, Warkop diberikan kebebasan. Honor pertama untuk Warkop Rp15 juta. "Uang itu, kami bagi rata," ujar Indro.

Film pertamanya berjudul; Mana Tahan di produksi tahun 1979. Artis
perempuannya Elvy Sukaesih. Film terakhirnya berjudul; Pencet Sana Pencet Sini, dibuat tahun 1994. Artis pendukungnya, Sally Marcellina dan Taffana Dewi. Selama 15 tahun itu, Warkop telah membintangi 34 film.

Beberapa perusahaan film yang pernah melibatkan Warkop, antara lain PT. Nugraha Mas Film, PT. Parkit Film, dan PT. Garuda Film. Sejak tahun 1985, akhirnya diambil alih oleh PT. Soraya Intercine Film yang dimiliki oleh keluarga Soraya. Saat itu direkturnya, Raam Soraya.

"Raam sangat membantu keluarga Warkop. Sampai sekarang pun, ia tetap memperhatikan anak-anak kami. Ia juga, masih ingin bekerja sama dengan Warkop," ujar Indro.

Tahun 1983, hari yang sangat menyedihkan bagi Warkop, Nanu bernama asli Nanu Mulyono, meninggal dunia akibat sakit ginjal. Dikuburkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Ia hanya sempat memerankan beberapa film saja. Sedangkan Rudy Badil, tidak pernah sama sekali terlibat dalam pembuatan film. Warkop
akhirnya tinggal bertiga, Dono, Kasino Indro.

Nama Warkop Prambors akhirnya berubah menjadi Warkop DKI. Embel-embel Prambors dilepaskan untuk menghindari pembayaran royalti kepada Radio Prambors.

"Dulu sempat ada permainan anak-anak yang menyebutkan istilah DKI dengan nama Dono, Kasino, Indro. Kita kaget. Kok ada permainan yang dikarang oleh anak-anak dengan nama kami. Kenapa kita tidak pake aja nama DKI" tutur Indro.

Sejak itulah mereka bersepakat menambah DKI di depan kata Warkop

"Akhirnya, berganti deh menjadi Warkop DKI. Terus diplesetin lagi, DKI itu kependekan dari Daerah Khusus Ibukota." Indro tertawa.

Film yang dibintangi Warkop DKI semakin menarik perhatian masyarakat.
Semua orang membicarakannya. Film yang mereka bintangi pun menjadi film Indonesia termahal dan paling laris.

Era tahun 1980 hingga 1990, perfilman Indonesia berada di puncaknya. Di antara begitu banyak film yang diproduksi pada saat itu, film yang dibintangi Warkop DKI dan Rhoma Irama, merupakan dua film yang selalu ditunggu oleh penonton.

Pada masa jayanya, film Warkop DKI tidak hanya ditayangkan bioskop lokal. Jaringan bioskop untuk orang kelas menengah ke atas, Teater 21, sering menayangkan film mereka. Tak hanya itu, di kampung-kampung diadakan 'layar tancap' yang menayangkan film Warkop DKI. Masyarakat pun berbondong-bondong untuk selalu menjadi tontonan menarik bagi masyarakat.

"Kita punya kelas penonton sendiri. Semua orang di Indonesia, selalu
membicarakan kelompok Warkop DKI," kenang Indro.

Dengan semakin terkenalnya, Warkop banyak mendapat undangan ke daerah di seluruh Indonesia. Kisah yang tidak terlupakan, kenang Indro, saat berkunjung ke Timika, Papua.

Masyarakat di sana memadati lapangan dengan mengenakan koteka. Selama berlangsung dialog lawakan, tak ada satu pun warga yang tertawa. "Kami bingung," tuturnya. Koteka adalah alat penutup kemaluan untuk pria. Di buat dari buah labu. Isi dan bijinya dibuang dan dijemur. Setelah kering, baru bisa dijadikan penutup kemaluan.

"Tiba-tiba Dono berinisiatif. Ia berlari-larian dengan gayanya yang lucu di atas panggung," Indro memperagakan gaya Dono kepada saya. Gaya Dono, tiru Indro, bergoyak dan melenggokan tubuh sambil tertawa-tawa.

"Saya dan Kasino, ikutan juga bergaya kayak Dono. Eh.penonton baru pada ketawaan," kenang Indro sambil tertawa.

Kocak Warkop DKI selalu ramai oleh penonton. Kelompok ini, tidak pernah surut dari zaman dan tidak pernah sepi dari kelucuan. Di mana ada Warkop, disitu orang tertawa.

************

Tubagus Deddy Gumelar alias Miing yang kini membentuk kelompok lawak Bagito Group, punya kenangan sendiri dengan Warkop DKI. Tahun 1986, dirinya diajak oleh Kasino untuk menjadi staf asistennya. Sendirian.

"Kasino melihat saya, karena lawakan Bagito banyak nyinggung ke masalah sosial dan politik. Dan akhirnya saya diajak. Saya setuju. Karena Warkop juga punya nama besar saat itu," kisah Miing.

Miing bergabung, setelah Nanu meninggal dunia dan Rudy Badil tidak ikutan lagi pada setiap pementasan. Miing tidak hanya menjadi asisten, beberapa kali ia terlibat langsung bermain dalam film Warkop.

Di Warkop, ia banyak banyak belajar tentang profesionalitas. Pembagian kerjanya, Dono bertugas dalam hal hubungan pihak luar. Kasino soal bisnisnya, dan Indro sebagai bendahara dan mengatur hubungan kerja sama.

Honor yang diperoleh Miing sebagai asisten sebesar 10 persen dari
pendapatan panggung yang diperoleh Warkop. "Saya pernah dapat Rp750 ribu. Berarti honor Warkop tujuh juta setengah. Saat itu uang segitu gede," ujar Miing.

Tugas Miing, mempersiapkan semua perencanaan pementasan Warkop. Termasuk materi guyonannya. Jika ada pementasan di daerah, tugas Miing yang mencari materi yang tepat untuk daerah tersebut. Sehingga, lawakan Warkop pas dengan situasi yang sedang digandrungi. Dari bahasanya sampai pola tingkah serta budaya daerah yang didatangi.

Selama menjadi asisten Warkop, banyak cerita yang mewarnai kehidupan Miing. "Maklum orang desa," tuturnya. Tak ayal, sang asisten itu kerap jadi korban. "Saya pernah disuruh bawa setrikaan. Kostum yang mereka kenakan saja, pernah saya yang cuci sampai setrika."

Setiap pentas di luar kota, Miing selalu sekamar dengan Indro. Dan Dono sekamar dengan Kasino. Selama sekamar dengan Indro, Miing selalu berebutan soal alat pendingin kamar. Indro, kata Miing, selalu menginginkan ruangan dengan pendingin. Sedangkan ia sendiri tak tahan.

"Indro, kan memang berasal dari orang mampu. Nah, gue! Gue kan, orang kampung yang selama hidup nggak pernah kena ruangan pendingin," ujarnya.

Suatu hari di hotel Surabaya, Jawa Timur, Indro ingin tidur. Ia hanya
mengenakan celana dalam dan kaos. AC dinyalakan. Miing tak tahan. Ketika Indro sudah terlihat mendengkur, diam-diam Miing mematikan AC. Ketika hawanya tidak dingin, Miing baru bisa tidur.

Belum lama ia terlelap, Indro terbangun dan diam-diam menyalakan AC lagi. Tak ayal, Miing terbangun dengan badan kedinginan. Begitu seterusnya. "Karena asisten, jadinya mengalah terus deh," ujarnya.

Cerita lainnya. Ketika pesawat baru mendarat di Surabaya, Miing demam. Kupingnya terasa panas. Dalam kamar hotel, badannya menggigil. Demam tinggi. Selimut tebal menutup tubuhnya.. "Pokoknya, tubuh gue udeh kacau banget. Penyakit sinusitis kambuh lagi." ujarnya.

Dalam kondisi itu, Indro malah menghilang dari kamar. Miing kaget.
Pelan-pelan ia keluar kamar. Dari balkon tangga hotel, ternyata Indro ada di loby hotel. Sedang merokok dan ngobrol dengan pegawai hotel.

Sambil teriak dan tertawa, Indro mengatakan, "Gue takut elu entar mati dikamar. Terus, gue yang yang kena jadi saksinya," kata Indro kepada Miing.
" Waduh, kalo inget itu, gua jadi ketawa," ujarnya.

Tentang Dono, ia adalah sosok orang yang serius dan sulit diajak
komunikasi. Tapi sekali bicara, ternyata enak. Miing pernah dikerjain oleh Dono. Di Hotel Surabaya, sekitar pukul 09.00, petugas kamar hotel mengetuk pintu kamarnya. Miing membuka pintu. "Ini pesanan asinan dan acar," kata petugas itu.

Miing kaget. "gile..pagi-pagi siapa yang pesenin asinan ama acar," pikir Miing bingung. Akhirnya, disantap juga. Tak lama kemudian, telepon hotel berbunyi, terdengar suara Dono dengan mengatakan, "Ing, asinan ama acarnya enak nggak," ujar Dono sambil tertawa dan menutup telponnya.

"Sialan..nggak tahunya yang pesanin asinan ama acar pagi-pagi si Dono.
Gile bener.gue dikerjain disuruh makan asinan ama acar doang."tutur Miing tertawa mengenang masa itu.

"Kebiasaan Dono selama di daerah apa aja?" Tanya saya.

Dono itu, tutur Miing, punya kebiasaan bangun pagi. "Sebelum yang lainnya bangun, ia tuh, bangun pasti lebih dulu," ujar miing.

"Ngapain pagi-pagi ia bangun?" Tanya saya.

"Dono selalu jalan pagi menelusuri kampung-kampung di sekitar hotel. Ia selalu membawa kameranya untuk memotret kehidupan sekitarnya. Itu yang selalu Dono lakuin. Pokoknya, kamera nggak pernah ketinggalan," ujarnya.

"Bagaimana dengan Kasino?" tanya saya.

Kasino, dikenal orang yang cukup care. Ia memperhatikan kebutuhan Warkop. Orang ini yang banyak memberikan saran dan pendapatnya. Ia juga yang pernah mengubah penampilan pakaiannya.

"Kasino pernah nyuruh gue, make jas. Gue, kan nggak biasa kayak gitu. Kasino bilang harus rapi," tutur Miing. "Ia akhirnya ngasih jas miliknya. Bayangin aja, jas yang terbaik saat itu kan merek Prayudi. Merek ini dulu terkenal. Akhirnya, gue pake deh," ujarnya, tertawa.

"Eh,..ia juga ngasih gue sepatu kets. Waduh.gue akhirnya pake juga. Gue kan, orang kampung. Istilahnya Tukul, 'Katrok'," Miing tertawa lagi.

Selain Miing, saya juga menemui Kiki Fatmala di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Artis yang pernah menjadi peran pendukung dalam beberapa film Warkop DKI. Kali pertama, gadis seksi ini terlibat dalam film 'Bisa Naik Bisa Turun' yang diproduksi tahun 1991. Artis perempuan lainnya, Sally Marcellina.

"Terlibat di Warkop, punya kebanggaan sendiri. Pokoknya, semua artis saat itu selalu membicarakan film mereka. Tidak mudah bisa main di Warkop," ujar ia.

"Belum lengkap jadi artis, kalau belum main sama Warkop. Bayarannya paling tinggi, nama artis akan mudah melonjak. Cara kerjanya, juga enak."

Warkop di mata Kiki, kelompok yang gaul dan tidak kaku. Semuanya serba tidak serius. Dari tiga anggota Warkop, yang paling konyol adalah Indro. Sedangkan Dono dan Kasino, lebih banyak serius. Hanya sesekali saja becanda.

"Indro kalau lagi iseng, yang dilihatnya bagian tubuh montok-montok.
Apalagi kalau lihat dada," tutur Kiki. "Tapi ini becandaan aja."

Kiki berdiri dari bangkunya. Ia menirukan gaya Indro yang mengangkat kedua tangannya sambil didekatkan ke dadanya. "Nah..ini yang montok," Kiki tertawa. "Kebiasaan kalau istirahat syuting, kami sering main kartu. Pake cemongan muka."

"Pas sutradara teriak syuting dimulai lagi, kita cuekin aja," ujar Kiki.
"Terus kita bilang aja, Entar.entar.belum selesai nih," kenangnya.
"Pokoknya mereka konyol."

*******

16 September 1997, Warkop DKI berduka. Kasino Hadiwibowo alias Kasino Warkop meninggal dunia pada usia 47 tahun. Suami Amarmini itu meninggal akibat menderita tumor otak di Rumah Sakit Cipto Mangukusumo, Jakarta. Indro tidak sempat melihat langsung detik-detik nyawa Kasino melayang.

Selama dalam perawatan, Indro dan Dono berbagi tugas menjaganya. Hari itu, tepat tugas Indro yang menungguinya. Sebelum malam, Indro pulang kerumahnya untuk menemui Istrinya. Rencananya, malam akan kembali ke rumah sakit.

Dokter jaga menelpon dan memberitahukan, kondisi Kasino kritis. Indro panik. Dengan motornya ia melaju. Setibanya di rumah sakit, dari parkir mobil ia harus berlari menuju ruang rawatnya. "Kasino sudah meninggal," ujar dokter setibanya.

Indro terdiam sejenak. Matanya berkaca-kaca. Ia terlihat menahan rasa sedihnya dengan peristiwa itu. Saya ikut terdiam. Indro melanjutkan ceritanya. "Semua keluarga besar Warkop termasuk istri saya, yang terakhir dikabarin." Indro terdiam lagi. "Saya tidak ingin keluarga panik," ujarnya. Kasino dikubur di pemakaman Tonjong, Bogor.

Pekan lalu, saya mengunjungi rumah tinggal keluarga almahum Kasino di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur. Saya ditemui putri tunggalnya, Hanna Sukmaninggsih, 31 tahun. Sudah menikah dan belum punya anak. Ia alumni Universitas Trisakti Jurusan Design dan Universitas Indonesia di Fakultas Psikologi.

Di rumahnya, Hanna berjualan kue ala Belanda. Rumah itu bukan peninggalan Kasino. "Ini rumah keluarga ibu," katanya. Dulu, rumahnya berada persis dirumah yang ditinggalinya sekarang.

"Peninggalan Papa sudah tidak ada lagi. Sudah dijual untuk biaya
pengobatan. Rumah, mobil dan semua peninggalan sudah habis," ujarnya. "Kan, Papa menjalani perawatan sekitar setahun lebih."

Kasino meninggal ketika Hanna masih kuliah. Untuk biaya hidup sehari-hari, ibunya yang bekerja ditambah dengan uang sisa hasil penjualan barang-barang keluarga. Dari situlah, Hanna menamatkan pendidikannya.

Menjelang kematian Kasino, Hanna dan Ibunya sedang pulang ke rumah untuk mengambil pakaian. Dan malam itu, tidak ada satu pun keluarga yang ada di samping Kasino. Kasino, kata Hanna, seakan tidak ingin kepergiannya dilihat langsung oleh keluarganya. Kabar duka itu malah diketahui dari sepupunya yang lebih dulu tiba di rumah sakit.

Kanker otak yang diderita Kasino, katanya, diduga saat dirinya jatuh dari sepeda gunung yang dikendarainya. Karena semenjak itulah Kasino mulai sakit-sakitan di bagian kepalanya. "Tidak ada pesan apa pun dari Papa sebelum meninggal," ujarnya.

Empat tahun kemudian setelah Kasino meninggal, tepatnya 30 Desember 2001, Dono Warkop DKI meninggal dunia di usia 50 tahun. Pria kelahiran Solo ini, meninggal di Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta. Dosen FISIP UI ini, akibat penyakit tumor paru-paru. Indro menyaksikan detik-detik kematiannya.

Beberapa jam sebelum Dono meninggal, tim medis sudah memberi kabar kondisi kritisnya. Semua keluarga besar Warkop DKI dan artis lainnya, berdatangan.
Dari kalangan wartawan hanya ada Rudy Badil. Indro berdiri persis di ujung ranjang berhadapan dengan Dono. Tim dokter berada di dekat wajah Dono sambil terus memeriksa kesehatannya.

Indro memperhatikan dokter yang mulai risau sambil melihat jam dinding yang terletak di belakang Indro. Saat itu, bersamaan terdengar suara adzan dari seorang ustad yang sengaja didatangkan. Indro ikut gelisah. "Tidak mungkin adzan. Saat itu, belum waktunya adzan Subuh. Masih tengah malam,"
pikir Indro.

Dengan gelagat itu, Indro langsung menoleh ke arah jam dinding. "Saya melihat, jam menunjukan pukul 00.05," tutur Indro. Dan bersamaan dengan itu, tim medis rumah sakit langsung menyampaikan, "Dono meninggal dunia pukul 00.05," kata dokter di hadapan kerabat Dono. Ia dikubur di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.

Kematian Dono meninggalkan ketiga anaknya, Andiko Ario Seno, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Trengginas. Istri Dono, Titi Kusumawardhani, lebih dulu meninggal dunia di tahun 1999 akibat penyakit kanker payudara.

Indro teringat selama Dono menjalani perawatan, kondisinya sangat
memprihatinkan. Dia sulit untuk bernafas. Dadanya terasa sesak. Penyakit paru-parunya sudah parah. Ia hanya bisa memberikan isyarat tangan jika ditanya kondisinya.

Menjelang Dono meninggal, kenang Indro, ada keanehan saja. Tiba-tiba ia memanggilnya dan berbicara pelan-pelan. Dono mengatakan, nafasnya tidak terlalu sesak lagi. "Nafas legaan," kata Dono.

"Ternyata, kalimat itu yang terakhir," tutur Indro.

Indro punya rencana. Tulisan Dono yang pernah dimuat maupun yang masih tersimpan akan dibukukan. "Dono itu orang yang rajin menulis. Tapi, ia juga orang yang berantakan tentang arsip."

Sejenak Indro berhenti bercerita kepada saya. Ia terlihat tegar
menceritakan kisah-kisah terakhir temannya. "Anda tahu, apa rahasia
terakhir antara Kasino dan Dono," tanya Indro. Saya menggelengkan kepala. "Dua orang ini pernah tidak pernah bicara selama tiga tahun."

Masalahnya, karena beda prinsip. Kasino dan Dono selalu beda prinsip dari banyak hal. Konflik itu, hanya Warkop yang tahu. Tidak ada satu pun orang yang mengetahui kejadian itu. "Termasuk para istri kami," kata Indro.

Karena Dono sudah pernah membeberkan 'perang tutup mulut' itu, akhirnya bukan jadi rahasia umum lagi. "Bayangkan selama tiga tahun, berdua nggak ngomong. Kalau pentas, yang biasa aja. Tapi pas di luar kegiatan, berdua berdiaman," tutur Indro.

Indro tak hanya bercerita kenangannya dengan Warkop. Kepada saya, dia juga menceritakan tentang keluarganya. Indro tak menyangka hidupnya di dunia lawak. Dulu, ia ingin sekali menjadi seorang polisi seperti ayahnya. Tapi dalam filmnya berjudul 'Chips' buatan tahun 1982, Indro berperan sebagai polisi yang bertugas mengatur lalu lintas. Artis pendukungnya; Tetty Liz Indriati dan Chintami Atmanegara.

Indro yang bernama lengkap Indrodjojo Kusumonegoro itu dilahirkan pada 8 Mei 1958. Ia anak tunggal dari seorang Jenderal Polisi bernama Muhammad Oemar Gatab. Indro dikaruniai tiga anak: Handika Indrajanthy Putrie, Satya Oktobijanty dan Harleyano Triandro Kusumonegoro. Pendidikan terakhir Indro adalah Sarjana Ekonomi di Universitas Pancasila, Jakarta.

Sebelum ayahnya meninggal, ada surat wasiat yang dititipkan kepada ibunya, R. Ay. Soeselia. "Intinya surat wasiat itu, gue nggak boleh meneruskan pekerjaan yang sama dengan bokap," tutur Indro.

Mata Indro terlihat berkaca-kaca saat mengenang orang tuanya. Ia terdiam sejenak. Menurutnya, ayahnya seorang polisi yang jujur. Saat meninggal dunia, tidak ada warisan kekayaan apapun yang ditinggalkannya. "Bapak gue malah ninggalin utang untuk lunasin rumah."

"Kalau bokap gue nggak jujur, mungkin keluarga gue nggak kere begitu."

"Konon sih, dari beberapa tulisan yang pernah saya baca. Bokap gue ini, dulu gurunya Hoegeng," ujarnya. "Bokap gue juga terkenal dengan julukan jagonya intelijen."

Hoegeng adalah mantan Kapolri tahun 1968-1971. Nama lengkapnya Hoegeng Iman Santosa. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Iuran Negara (1965-1966), Menteri Sekretaris Kabinet Inti/ Presidium Kabinet Dwikora (1966-1967), dan Deputy Operasi Men/Pangab (1967-1968). Hoegeng adalah Kapolri yang pertama kali mencetuskan ide memakai helm. Ia meninggal dunia pada 14 Juli 2004.

"Pas bokap meninggal, ibu gue akhirnya buka katering makanan. Walaupun keluarga saya tinggal di Menteng. Dari luarnya aja keren, tapi dalamnya kere. Rumah gue itu, tempat tampungan semua keluarga dari kampung," tutur Indro. "Semua kebutuhan dari kampung ini, keluarga gue yang tanggung."

"Gue aja yang nggak mau minta-minta ama orang tua," ujarnya.

Ibunya Indro pernah mengatakan, "Ndro, walaupun keluarga dari kampung datang. Tapi, rumah ini tetap warisan kamu. Kamu yang punya hak. Bukan siapa-siapa," ujar ibunya.

"Tapi sampe sekarang, gue nggak tinggalin rumah yang di Menteng. Sampe sekarang, biarin aja keluarga dari kampung yang kumpul di sana."

Kini, Warkop DKI hanya tinggal Indro sendiri. Akting tak jua
ditinggalkannya. Ia masih sibuk syuting film sinetron sebagai Indro Warkop di televisi swasta. Ia juga menjadi pembawa acara "SMS" di televisi Indosiar bersama Taufik Savalas.

Indro tidak ingin nama besar Warkop DKI ikut mati. Ia mengarahkan
putra-putri dari Warkop DKI, sesuai pesan terakhir Dono, agar membentuk lembaga penerus keluarga besar Warkop DKI. Gagasan itu kemudian direalisasikan dengan mendirikan Lembaga Warkop DKI yang diketuai Hanna Kasino. Sedangkan pengurus lainnya adalah anak-anak Dono, Kasino dan Indro. Sekretariatnya di rumah Indro. Untuk memfasilitasi fans Warkop,lembaga ini membuat situs internet www.warkopdki.org.

Tak terasa, 34 tahun lamanya, Warkop DKI masih juga tak surut dari
guyonannya. Kendati cuma ada Indro, grup ini masih berkibar dengan gayanya sendiri. Kelompok lawak legendaris ini akan membuat orang tertawa, sebagaimana mottonya yang selalu diingat oleh pengemarnya: "tertawalah sebelum tertawa itu dilarang".


http://roesman.blogspot.com/2007/05/...eka-bubar.html
--Ternyata mereka "berasal" dari Mahasiswa2 yang kritis dijamannya..bukan hanya pandai ngebanyol tapi juga aktif dalam kehidupan kampus---

May 15, 2008

Gaji Papa Berapa??

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9  malam.
Tidak seperti biasanya,Sarah, putri pertamanya yang  baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium  anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang  dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih  gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa  bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah dikamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos. Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.

Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

*Artikel yang saya copypaste ini sangat mengharukan...bagus banget! Baca dee...*

April 19, 2008

Macam² Gula

Dalam membuat kue khususnya cake, gula bubuk, gula pasir biasa, dan gula kastor sama2 bisa dipakai. Untuk hasil yang maksimal memang sebaiknya disesuaikan dengan  metode pengocokan,  jenis-jenis cake dan banyaknya cairan dalam resep tsb, cairan disini adalah cairan yang berasal dari telur. Makin besar kristal gula, makin lama waktu yang diperlukan untuk menghancurkan gula. Selain itu tersedianya cairan yang cukup, bila cairan kurang mencukupi.. Gula akan mencapai pada titik jenuh dan sulit untuk larut, hal  ini biasanya akan mempengaruhi kualitas kocokan telur
Gula bubuk : baik digunakan untuk membuat sponge cake ri ngan yang biasanya banyak menggunakan telur/full kuning telur atau jenis buttercake.
Gula kastor : sgt baik digunakan untuk cake lembut yang biasanya menggunakan kuning telur lebih banyak dari putih telurnya atau sama banyaknya
Gula pasir biasa : Untuk jenis sponge cake yang menggunakan telur utuh atau hanya menggunakan putih telur saja.
Gula kastor bisa digantikan dengan gula pasir lokal yang berbutir halus atau gula pasir biasa yang sudah diperkecil ukurannya (bisa di grind lebih dahulu)

February 21, 2008

Jakarta Semakin Kacau

Republika, Rabu, 20 Februari 2008
Oleh : Asro Kamal Rokan


Kim Sang-Bum, seorang teman dari Korea Selatan, tak ingin lama di
Jakarta. Alasannya, kemacetan lalu lintas di kota ini sangat parah
dan menekan batin. Jika di Seoul jarak sama ke suatu tempat dapat
ditempuh sekitar 25 menit, di Jakarta menjadi dua jam. Beberapa
pertemuan bisnis batal. Menurutnya, Jakarta mengalami kemunduran
pasti.

Kim tidak sendiri. Jutaan penduduk Jakarta setiap hari menghadapi
persoalan sama: kesal dan stres. Jika ada pertemuan penting, dua jam sebelumnya sudah harus ke tempat tujuan. Waktu terbuang percuma.
Busway yang diharapkan menjadi alternatif, justru memperparah keadaan dan sama sekali tidak mengubah perilaku pemilik mobil.

Penelitian Yayasan Pelangi menjelaskan kekacauan ini. Setiap tahun,
kerugian akibat kemacetan multidimensi itu, berkisar Rp 43 triliun,
termasuk pemborosan bahan bakar minyak mobil dan sepeda motor sekitar Rp 14,837 triliun. Kerugian besar ini berdasar standar Bappenas pada 1998. Angka itu diperkirakan melonjak tinggi setelah ada busway dan jumlah kendaraan semakin meningkat.

Sistem lalu lintas buruk ini mengakibatkan pula kerugian waktu kerja.
Apabila dihitung dengan upah minimum provinsi DKI Jakarta, waktu
kerja dua jam bagi sekitar 7,5 juta orang bekerja, yang terbuang
percuma karena kemacetan, maka setahun kerugian mencapai Rp 20,324 trilun.

Kerugian lain dialami angkutan umum, yang mencapai Rp 6,477 miliar
per hari. Kerugian akibat buruknya lingkungan, menurut data Asian
Development Bank pada 1998, mencapai Rp 1,79 triliun. Setelah sepuluh tahun, jumlah itu dipastikan meningkat. Total kerugian sekitar Rp 43 triliun akibat kekacauan ini melebihi dua kali anggaran Jakarta 2007.

Kekacauan Jakarta ini ditanggung pula oleh negara --yang berarti juga seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah DKI Jakarta melakukan pemborosan BBM di saat pemerintah pusat bekerja keras mengurangi subsidi yang terus membebani APBN, yang ini berdampak ekonomi, sosial, dan politik. Apakah kondisi buruk ini dibiarkan dan dianggap sebagai sesuatu yang biasa? Semestinya tidak. Kini, bagaimana mengurai dan menyelesaikan kekacauan ini dengan moda angkutan massal yang tepat. Konsep monorail tak jelas nasibnya.

Tapi, bukan tidak ada jalan. Dalam suatu diskusi, seorang teman yang
telah melakukan survei selama dua tahun, mengajukan konsep yang
terintegrasi dalam lima titik mencakup Karawaci, Bekasi, Bogor,
Pluit, dan Sunter. Konon, konsep menarik dengan pola build, operate
and transfer (BOT) selama 30 tahun tanpa biaya negara sama sekali
itu, telah disampaikan dua bulan lalu ke Menteri Perhubungan, namun
belum ada respons. Konsep ini tentu harus dipelajari secara seksama, jika tidak tentulah konsep itu tak lebih dari kumpulan kertas biasa.
Kekacauan Jakarta ini harus dihentikan.

Kim Sang-Bum, seorang sahabat dari Korea, menjadi benar: Jakarta
mengalami kemunduran pasti. Kim tak ingin lagi ke Jakarta, tak ingin
menanamkan uangnya di kota semrawut ini. Tak sedikit orang seperti Kim. Kita membiarkan mereka pulang lebih awal karena kesal,
membiarkan mereka mengalihkan modalnya ke negara lain, kita membuang peluang begitu saja karena Jakarta lebih suka membuat orang kecewa.

February 11, 2008

Iseng² diRamal

Pagi² si bondy uda iseng status YM-nya..ikutan ajaa ahhh, hohohoho

Menghitung jodoh dari : http://www.geocities.com/ramalanadi/

Setelah ngikutin petunjuk-nya...hasil dari saya adalah :

Cucuku... Rezdyani Haryuwindia,
Hari kelahiran (weton) Kamu adalah Sabtu Kliwon
Sedangkan hari kelahiran (weton) pasanganmu adalah Ahad Pon

Kamu tergolong orang yang cerdas dan pandai dalam mencari rejeki sekalipun tidak pandai menyimpan uang (alias boros). Yang patut dicatat adalah bahwa kamu itu termasuk tipe orang yang suka menolong sesama. Namun demikian sifatmu yang mudah tersinggung perlu lebih dikendalikan

Dan ini dia kondisi keluargamu jika kamu menikah dengan

Mulia Akbar...
Wow... rupanya keluargamu kelak akan terpandang di mata masyarakat. Kewibawaan serta wawasan keluargamu akan banyak membawa pengalaman yang menguntungkan.

Jika sudah berhasil jangan lupa kirimi kabar Eyang Dukun via e-Mail

 

Salam dari,
Eyang

in my opinion : kami kan uda menikah & ada benernya juga tuh, tapi ya bole pecaya bole ndak...

August 23, 2006

Aku Makin Cantik Hari ini

Publikasi: 28/09/2004 10:01 WIB

eramuslim - Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan beBeTean seperti waktu-waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus asaan dan kehilangan harapan.

Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini!

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenanya. Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali.

Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.

***

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.

Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja.

Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa menahan diri terhadap sesuatu yang sangat kita inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.

Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan. Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak menyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.

Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.

Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri. Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.

Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah.

Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei, jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari!

Story of Azimah Rahayu

March 02, 2006

Story a date with another woman..

Prendz,
This is a beautiful piece of story...
Hope this story can make us realise a thing or two.

After 21 years of marriage, my wife wanted me to take another woman out to dinner and a movie. She said, "I love you, but I know this other woman loves you and would love to spend some time with you."

The other woman that my wife wanted me to visit was my MOTHER, who has been a widow for 19 years, but the demands of my work and my three children had made it possible to visit her only occasionally.

That night I called to invite her to go out for dinner and a movie. "What's wrong, are you well?" sh e asked. My mother is the type of woman who suspects that a late night call or a surprise invitation is a sign of bad news. "I thought that it would be pleasant to spend some time with you," I responded.

"Just the two of us?" She thought about it for a moment, and then said, "I would like that very much."

That Friday after work, as I drove over to pick her up I was a bit nervous. When I arrived at her house, I noticed that she, too, seemed to be nervous about our date. She waited in the door with her coat on. She had curled her hair and was wearing the dress that she had worn to celebrate her last wedding anniversary. She smiled from a face that was as radiant as an angel's. "I told my friends that I was going to go out with my son, and they were impressed," she said, as she got into the car. "They can't wait to hear about our meeting."

We went to a restaurant that, although not elegant, was very nice and cozy. My mother took my arm as if she were the First La dy. After we sat down, I had to read the menu. Her eyes could only read large print. Half way through the entries, I lifted my eyes and saw Mom sitting there staring at me. A nostalgic smile was on her lips. "It was I who used to have to read the menu when you were small," she said. "Then it's time that you relax and let me return the favor," I responded.

During the dinner, we had an agreeable conversation - nothing extraordinary but catching up on recent events of each other's life. We talked so much that we missed the movie. As we arrived at her house later, she said, "I'll go out with you again, but only if you let me invite you." I agreed.

"How was your dinner date?" asked my wife when I got home. "Very nice, much more so than I could have imagined," I answered.

A few days later, my mother died of a massive heart attack. It happened so suddenly that I didn't have a chance to do anything for her. Some time later, I received an envelope with a copy of a restaurant receipt from the same place mother and I had dined. An attached note said: "I paid this bill in advance. I wasn't sure that I could be there; but nevertheless, I paid for two plates - one for you and the other for your wife. You will never know what that night meant for me. I love you, son."

At that moment, I understood the importance of saying in time: "I LOVE YOU" and to give our loved ones the time that they deserve.

Nothing in life is more important than your family. Give them the time they deserve, because these things cannot be put off till "some other time." 

Dear Prendz,
For those of us who are ever so busy that we hardly can manage time for our family members, I hope the above story has touched you as much as it has for me. I missed my chance of bringing my mum out for one such cozy dinner when she was still alive. Hence whenever I read such stories, they become reminders of the lost and regret I felt. I pray that we do not have to live in regrets for things we did and not done. Show our family how much we love them today while we still can. Impermanence is the only rule for us to live by.

January 29, 2006

Aku JaTuh Cinta..;Aku PaTah HaTii !!

If someone comes into your life and becomes a part of you, but for some reasons he/she couldn't stay. Don't cry too much Just be glad that your paths crossed And somehow he/she made you happy even for a while . (Nopelnya MARTHEL kalee.... auww itu sapa ???)

Pernah jatuh bangun karena cinta?, patah hati atau bertepuk sebelah tangan? wuich rasanya.. seperti luka di siram air jeruk. Pedih,perih, rindu kemudian dendam. sakiit gilak...!! yg bener aja..!!!

Seorang kenalan pernah mengirim message ke gw isinya "Rasanya gw nggak ingin hidup lagi. My live has over..OVER". Dan gw menjawab "Gile,sampai segitunya yak?". Tapi keajaiban terjadi, 1 tahun kemudian dia telepon gw "Gue dah nikah!" terheran-heran gw jawab "Lah tuwing-2, nggak jadi "GAME OVER" nich? kirain dah ko'it lo???!!! truz nikah sama yang putus dulu?". Dan dengan enteng dia menjawab "Bukan donk, yang lain lagi,emang cewek cuman dia dan rasanya gue pengen hidup terus". Sekali lagi gw bengong kayak bebek..wek...wekk..!!.

Ada lagi cerita, kenalan baru Gw bercerita bagaimana dia mencintai pacarnya habis-habisan, sampai ketika dia memutuskan menikahinya, sang pacar menolak dan memutuskan hubungan. Frustasi jelas...hati sudah terlanjur dicuri. Sejak itu dia tidak pernah percaya lagi dengan yang namanya wanita. Ketika itu dengan enteng Gw jawab "Wah rugi banget.. lo". Dan dengan nada setengah marah dia menjawab "lu emang belum pernah sakit hati". Gw cuma bisa tersenyum sambil berkata "Yang bisa bikin sakit, senang, marah cuma diri kita sendiri" Ketika lo memutuskan untuk patah hati sepanjang hidup, saat itu juga hati lo memutuskan begitu. Jadi sayang donk yach wanita-wanita baik disana". Sampai gw nulis ini tidak terdengar lagi kabarnya, tapi gw harap dia sudah mulai mengobati lukanya, butuh waktu berapa lama, cuma dia yang bisa memutuskan. Seumur hidup, sebulan, setahun terserah.. Tapi waktu terus berjalan!!! d' sho mus gogon...

Jatuh cinta, putus cinta, menikah, bercerai. Gw yakin membuat khasanah perasaan kita semakin kaya, seperti mencoba masakan padang yang pedes-pedes uenak, atau siomay dengan pare yang pait-pait tapi bikin ketagihan?..wuiihh nyummy tuh! Sampai suatu saat ketika kita bertemu dengan true love. Kita tahu bagaimana menghargai dan menjaganya. Tapi masalah kemudian timbul ketika kita merasa sudah melewati true love itu atau bahkan belum bertemu sampai sekarang??. Tapi jangan putus asa! selama masih ada niat selalu ada kesempatan. AMIN..!!!

*best regard fur yg dah kirim crita ini yo'..kereeen banged,txQ yo'!*

Mau pasangan yg sempurna?

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan
untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak
memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya",
Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya
menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan.
Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut,
Mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan
damai Dan sukacita, murah hati, penuh pengertian,
pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan
memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik
yang selama ini saya impikan. Sejalan dengan
berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria
yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu
malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,"
HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang
engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia
menjawab,"Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah
Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku
lakukan Adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti
mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku
pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadaMu.
Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran
bagiKu Untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak
dapat Memberikan sesuatu yang bukan seperti
engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan
seseorang yang Penuh dengan cinta dan kasih
kepadamu jika terkadang Engkau masih kasar, atau
memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau
masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni;
tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam,
seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri
tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya,

"Adalah lebih baik jika Aku memberikan
kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat
menumbuhkan segala kualitas yang Engkau
cari selama ini daripada membuat engkau

Membuang waktu mencari seseorang yang sudah
mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan
berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau
akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan
kalian berdua akan menjadi satu.
Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu
pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah
tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling
menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk
menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk
menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan
membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna Karena
engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang
yang dapat bertumbuh bersamamu."

Nb : Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah
menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari.

*dari seorang temankoe..,thxs yo' dalemmm bangeD!*

My Photo

Photo Albums

July 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
Powered by Friendster Blogs
Member since 08/2005